Minggu, 16 Februari 2025

PERSIAPAN ALBUM 2nd


Dengan komposisi formasi terbaru di awal tahun 2025, Dwi Martono Pontiarso a.k.a NaNo as Vocal, Achmad Dwi Priyanto a.k.a Dhito as Guitar dan Ahmad Rifqi Riswandi a.k.a Oklay as Drums. Konsep album ke 2nd ini tentunya dibalut dengan kombinasi kolaborasi Dairy Herisandi a.k.a Dery as Additional Lead Guitar, pada beberapa lagu terpilih yang diharapkan dapat memuaskan para pendengarnya.

Sejak terbentuk nya konsep album ke 2nd ini pada awal tahun 2022, yang diusung oleh Gemma, Dhito dan Oklay. Melihat jejak sebelum nya, pengunduran diri dari Julistianto a.k.a Kuple as Guitarist dan diselimuti suasana duka dengan meninggal dunia nya almarhum Dedi Setiadi a.k.a Dobol as Bassist, pada tahun 2020. Selanjutnya diguncang oleh coronavirus (COVID19) pandemic. Proses perancangan album ini serasa begitu kompleksitas dan penuh dinamika.

Pada pertengahan proses aransemen musik, Gemma Iryandi as Vocal terpaksa hengkang dari grup karena perbedaan visi dan misi pada tahun 2024. Irfan Setiawan a.k.a Irfan, pendiri dari Total Damage sempat bergabung kembali untuk beberapa sesi latihan dan aransemen as Vocal. Hingga diawal tahun 2025, Dwi Martono Pontiarso a.k.a NaNo, bergabung dan menuntaskan aransemen musik yang telah digarap dalam tiga tahun terakhir tersebut.

Dalam perjalanan proses tersebut akhirnya kami berhasil menuntaskan 13 musik aransemen dengan nuansa berbeda dari sebelumnya. Oklay sebagai komposer, membubuhi aransemen musik oldschool grindcore dengan kombinasi balutan musik hardcore punk dan trash metal yang dikolaborasikan dengan Dhito sebagai arranger yang kental dengan nuansa grindcore power violence dan hardcore punk.

Dari segi penulisan lirik, Oklay sebagai songwriter mengusung tema war and conspiration, self emotional and vertical with god. Tiga tema tersebut dilebur dalam satu album yang dibagi dalam beberapa bagian musik. Dalam penulisan lagu, Oklay berkolaborasi dengan Irfan untuk beberapa lagu terpilih. Pada tahapan tersulit, penerapan vocal pada pattern musik tentu nya NaNo yang akan menyelesaikannya sebagai vocalist, songwriter dan arranger.




Dwi Martono Pontiarso a.k.a NaNo

Sejak bergabung nya Nano, pada awal tahun 2025 menimbulkan pengaruh yang signifikan dan menjadikan tumbuh nya karakter dan nuansa baru dalam musik Total Damage. Karakter vocal dengan teknik growl yang berbeda dari karakter vocal sebelum nya yang biasa digaungkan oleh Fath Febuana a.k.a Jawa, menjadikan integrasi pada musik Total Damage di era 2006 silam.

Karakter vocal Nano, yang kental dengan nuansa Death Metal-Grindcore, memiliki potensi untuk melebur kedalam aransemen musik yang sedang digarap. Diharapkan kedepan dapat memuaskan para pendengar musik bising tanah air dengan hulu ledak tinggi. Penerapan pattern vocal telah berhasil ia gawangi dalam beberapa sesi latihan, seakan menjadi bahan bakar agar mesin gerinda ini tetap menyala.




Achmad Dwi Priyanto a.k.a Dhito

Kembalinya Dhito, pada tahun 2022, dengan membawa konsep baru melalui amunisi tajam yang akan dituangkan pada aransemen album ke 2nd ini. Hal tersebut menjadikan darah segar yang mengalir kedalam tubuh Total Damage, melainkan dari segi gear yang lebih diperkaya dan teknik guitar yang terus dikembangkan ke arah yang lebih menggrinda dengan kombinasi nuansa hardcore punk yang menusuk telinga.

Pada album ini Dhito lebih banyak mengeksplorasi sound gitar terutama dari segi ‘death sound’ yang tentu nya diramu dengan balutan grindcore power violence dan hardcore punk sound. Dhito, sebagai arranger telah berhasil merangkum 13 lagu yang siap diluncurkan dengan amunisi tajam.




Ahmad Rifqi Riswandi a.k.a Oklay

26 tahun dengan dentuman liar hyperblast dan rentetan ledakan yang menghujam dengan ketukan tanpa arah, layak nya merusak nada dengan pukulan emosi yang berontak liar. Hal tersebut menjadikan karakter yang melekat dalam dirinya yang selaras dengan identitas hardcore punk yang dianutnya selama 28 tahun. Pada album ini, Oklay, lebih banyak mengeksplorasi dari segi blastbeat yang banyak mereplace ketukan konvensional grinding (onefoot) yang biasa dia dentumkan dan tentu nya dibalut dengan kombinasi teknik liar yang sekiranya dapat merusak hitungan pasti metronom.

Oklay, sebagai komposer masih mengusung musik grindcore tahap awal yang dipadukan dengan komposisi death metal, trash metal dan hardcore punk, sebagai percikan grinda yang siap menusuk tajam dan meledakkan kepala.


Dairy Herisandi a.k.a Dery

Mengingat album 1st Total Damage (Struggle for Existence) pada 6 tahun silam, adanya kolaborasi dengan Dery as Lead Guitar pada lagu “Modus Otak Si Tamak” yang menjadikan hadirnya balutan trash metal dari nuansa musik Total Damage. Kini Dery kembali bergabung dan berkolaborasi untuk menerapkan raungan distorsi lead guitar yang menggelegar pada beberapa lagu terpilih. Diharapkan dapat menjadi kesegaran tersendiri untuk para pendengar musik ekstrim.


Melancarkan Agresi

Selama 26 tahun lebih malang melintang di skena ‘bawah tanah’, dengan banyaknya rilisan mulai dari album, album mini (EP), serta berbagi album (split) dengan band sejawat, seakan menjadi roda gila putaran api yang terus membara. Semoga album ke 2nd ini terlaksana dan tidak berkendala, tentunya dukungan penuh bagi para pendengar nya yang selalu membara dan berontak liar.